Minggu, 21 Oktober 2012
"Senyum Bahagia dengan 20 Ribu Rupiah"
Teringat hari dimana aku pergi bersama kedua orangtua ku. Yah, hanya aku dan mereka. It's my day, dalam hati aku berkata. Aku merasa sudah lama rasanya aku tidak pergi bersama orangtua ku. Hari ini aku rasa akan menjadi hari yang sangat indah, setiap detiknya akan terasa sangat berharga. Seingatku itu adalah satu hari sebelum lebaran. Aku dan kedua orangtua ku berencana akan pergi kerumah saudara yang berada di daerah Dago. Saat kami melintasi padatnya Kota Bandung, seperti biasa pemandangan yang selalu ada di setiap sudut lampu merah di Indonesia. Ada pengamen, penari topeng, pengemis, pengamen, pedagang asongan, dan yang lainnya.
Mata ku menulusuri setiap apa yang mereka lakukan satu persatu. Sungguh hal yang selalu membuat aku ingin meneteskan airmata. Saat 20 detik terakhir sebelum lampu hijau menyala, aku melihat seorang bapak yang meminta-minta di depan mobilku. Sungguh sangat membuat aku terkejut, setelah bapak itu mendapatkan uang dari mobil tersebut, bapak itu berlari sambil meloncat kegirangan. Aku terus memperhatikannya, seolah penasaran apa yang membuat sang bapak seperti itu. Dia berlari menghampiri temannya, memukul punggung temannya sambil loncat-loncat dan menunjukkan uang yang baru ia peroleh. satu lembar uang DUAPULUH RIBU RUPIAH.
Kemudian terlintas dalam pikiranku, "Ya Tuhan, uang Rp.20.000 itu mampu membuat bapak itu sangat kegirangan. Itu adalah uang jajan aku dalam 1 hari, namun makna uang untuk bapak itu lebih daripada yang aku rasakan. Bahkan aku sering merasa kekurangan dengan nominal uang itu". Kejadian itu sangat benar-benar seperti tamparan untuk aku. Aku merasa malu dan merasa sangat tidak tahu berterimakasih untuk setiap hal yang aku punya. Semakin aku menyadari sangat beruntungnya aku memiliki orangtua yang bisa memenuhi setiap kebutuhanku, sangat beruntungnya aku bisa mendapatkan kasih sayang dari mereka berdua. Hanya saja aku kurang dapat bersyukur untuk setiap hal kecil yang aku terima dalam hidupku.
Selalu ada tekad dalam hatiku untuk mengubah hidup mereka menjadi lebih baik. Tapi apakah aku bisa? Apakah aku mampu? Aku ingin mereka merasakan hal aku rasakan. Aku juga ingin semua orang mendapatkan hal yang sama adilnya. Aku ingin menjadi bagian dalam hidup mereka. Menjadi awal perubahan dalam hidup mereka. Tapi mungkinkah aku melakukan hal sebesar itu?
Aku menyadari satu hal karena peristiwa itu. Selama ini aku sulit mengerti apa makna kebahagian sesungguhnya dan aku akhirnya mengerti. Untuk semua orangtua melihat anaknya sukses adalah kebahagian, untuk dokter melihat pasiennya sembuh adalah kebahagian, untuk Bapak itu mendapatkan uang senilai 20 ribu adalah kebahagian. Dan untukku pribadi melihat senyum dan tawa Bapak itu adalah kebahagian.
TERIMAKASIH TUHAN, AKU DAPAT BELAJAR DARI BAPAK ITU, INGATKAN AKU SELALU UNTUK BERBAGI DAN BERSYUKUR UNTUK SETIAP BERKAT SEKECIL APAPUN YANG AKU TERIMA.
Langganan:
Postingan (Atom)